Ujian Semester II di kampus MIPA, Universitas Mulawarman pun usai.
Liburan pun menantiiiii panjangggg ....
ga sabar juga untuk menunggu IP keluar melalui jejaring sosial PORTAL .
satu per satu nilai IP pun keluar .
nilai pertama metode statistika .
JENG JENG ......................................... !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SHOCK. nilai pertama 3,25 .
nilai kedua yaitu MATEMATIKA
shock "lagi" !
taukah andaaaaaa ???????????????????????????????????????
nilainya 3,25 juga !
ARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRKKKKKKKKKKKKKKKHHHH
matematika gue semester I 4,00 .
sekarang 3,25 .
AllahuAkbar .....
semester III harus lebih giat lagi ....
WAKE UP DEW :)))))
Everything Gonna Be Alright
I LOVE GOD , MY PARENTS, MY FRIENDS , AND MY SELF .
Kamis, 12 Juli 2012
Kamis, 03 Mei 2012
FRENCH
i want to go there .
it's my dream . i want to get my dreaming, i want to go there, because of me. My advanture is my life , my advanture is my walk , and i SURELY to go THERE .
french , wait me there :)
Rabu, 18 April 2012
no relationship
Thanks For ALL .
Thanks udah pernah jadi mantan terbaikku. semua aku ngambil keputusan ini, karena aku ingin ada perubahan di hidupmu. aku mau kamu lebih dewasa dikit dulu. ga tau sampai kapan kamu bersikap layaknya anak kecil. aku gak nuntut banyak ke kamu. tapi seenggaknya aku ini serius jadinya aku ga mau main-main dan mengecewakan siapapun. kalau aku ngomong kayak gini sekarang ke kamu, kayaknya terlalu jauh. tapi kalo dilihat dan secara nyata, hubungan kita ini sudah JAUH .
huftttt .......
Sekarang kmau sudah jarang perhatian ke aku. ga tau kenapa dan GA TAU GIMANA, rasanya aku pengen teriak di telingamu supaya kamu ngerti maksudku. aku cuma butuh kenyamanan supaya kamu bisa sama-sama aku teruuuuussss !!!!!!!!!!!!!
aku sudah 2 kali kasi kamu kesempatan.
pertama aku sabar dan aku mutusin hubungan. yang kedua yang ini. semmoga kamu ga bikin aku kesel lagi .
love you M . Y
Senin, 05 Maret 2012
the end .
semua terasa MANIS saat DULU KITA masih bersama .
LAMA , dan terasa SEBENTAR ketika terus bersama .
janji yang terukir dan terucap , itu semua hanya KIASAN belaka , yang sangat memuaskan batin .
tapi sekarang , itu telah BERAKHIR .
tak akan ada lagi kata Cinta , yang hanya ada KENANGAN MANIS :')
thanks .
LAMA , dan terasa SEBENTAR ketika terus bersama .
janji yang terukir dan terucap , itu semua hanya KIASAN belaka , yang sangat memuaskan batin .
tapi sekarang , itu telah BERAKHIR .
tak akan ada lagi kata Cinta , yang hanya ada KENANGAN MANIS :')
thanks .
Jumat, 06 Januari 2012
ternyataaa kuliah itu ...
KULIAH
Dulu , aku ngeliatin kakak sepupuku asik banget kayaknya santaiii .. tapi kok kayaknya lama banget yaaa dia lulusnya ? hahahaha .
tapi, sekarang aku yang ngerasain hal itu. di mipa, khususnya statistika, yang awalnya aku cuma sendiri ehhh kirainnya gituuuu ternyata malah banyak teman-teman dari SMA aku ...
ternyata kuliah itu sibuuuuuukkkk , banyak tugas , dan tugas tugas pada numpuk. euuuuuuuuuuuuuhhhhhh capek ternyata, tapi capeknya itu karena capek terlalu lelah, namanya juga masih awal jadi ya semangat baru.
heeemmmm..
teman-teman di kampus pada kebersamaan, meskipuuun ada aja yang bikin kesel, tapi sebenernya temen-temennya pada baik-baik . hmm ..
menurutku kuliah paling asyik, soalnya bisa di kasi kebebasan sama orang tua dan pake bajunya juga bebasss cihuuuuuuuuuuuuuuuuuiiiiii .............................
yang peling ngebetein kalo dosennya galak, ga nyambung, dan jarang masuk... hedeeeeeeeeeeeeeeeh......
yang penting ,
SUKSES KULIAH , SUKSES CEPAT LULUS DAN DAPAT IP TINGGI ...
MAKE MY PARENTS SMILES :)))))))))))
Kamis, 29 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Morfologi tumbuhan adalah adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan. Morfologi tumbuhan juga menguraikan tentang fungsi masing-masing bagian dari bentuk dan susunan tumbuhan.
Jika kita melihat batang berbagai jenis tumbuhan, akan terlihat bahwa ada diantaranya yang jelas kelihatan batangnya, tetapi ada pula yang tampaknya tidak berbatang karena semua daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain yang disebut roset (rosula).
Pada umumnya batang berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Batang terdiri dari ruas-ruas yang pada tiap perbatasan ruas inilah terdapat daun. Arah tumbuh batang biasanya ke atas, menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop). Batang selalu bertambah panjang di ujungnya, mengadakan percabangan dan umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.
Akibat banyaknya jenis tumbuhan dan banyaknya jenis batang, maka perlu mempelajari bagaimana bentuk dan pembagiannya. Namun dalam penentuan jenis-jenis batang tumbuhan tidaklah mudah, seringkali terjadi kekeliruan. Untuk itu selalu diperlukan penelitian atau pemeriksaan secara langsung dan seksama untuk menghindari terjadinya kesalahan.
Jika kita melihat batang berbagai jenis tumbuhan, akan terlihat bahwa ada diantaranya yang jelas kelihatan batangnya, tetapi ada pula yang tampaknya tidak berbatang karena semua daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain yang disebut roset (rosula).
Pada umumnya batang berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Batang terdiri dari ruas-ruas yang pada tiap perbatasan ruas inilah terdapat daun. Arah tumbuh batang biasanya ke atas, menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop). Batang selalu bertambah panjang di ujungnya, mengadakan percabangan dan umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.
Akibat banyaknya jenis tumbuhan dan banyaknya jenis batang, maka perlu mempelajari bagaimana bentuk dan pembagiannya. Namun dalam penentuan jenis-jenis batang tumbuhan tidaklah mudah, seringkali terjadi kekeliruan. Untuk itu selalu diperlukan penelitian atau pemeriksaan secara langsung dan seksama untuk menghindari terjadinya kesalahan.
1.2 Tujuan
-Mempelajari bermacam-macam bentuk akar dan modifikasi pada tumbuhan.
-Mempelajari morfologi bebrapa contoh tumbuhan yang tergolong monokotil dan dikotil.
-Mempelajari bentuk dan stuktur pada tumbuhan yang diamati dalam praktikum.
1.3 Manfaat
-Dapat mengetahui perbedaan struktur dari masing-masing tumbuhan yang tergolong monokotil atau dikotil.
-Dapat mengetahui bagian dan fungsi kerja tubuh tumbuhan
-Dapat mengetahui nama latin dari tiap-tiap tumbuhan yang digunakan.
-Dapat membedakan masing-masing tumbuhan kedalam macam-macam tumbuhan monokotil dan dikotil.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Morfologi Tumbuhan
Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan. Pada dasarnya tumbuhan tersusun atas 3 organ pokok yaitu akar (radiks), batang (kaulis), daun (folium). Tumbuhan yang mempunyai tiga unsure pokok tersebut digolongkan sebagai Kormofita (cormo=kormus, yaitu:akar,batang dan daun; phyta=tumbuhan), sedangkan bagian lain dari tubuh tumbuhan dapat dipandnag sebagai turunan (derivat) dari salah satu atau dua bagian pokok tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk, sifat dan fungsi (Tim Biologi,2011).
Tumbuhan dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae (Tim biologi,2011).
2.2 Akar
Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada dikotil akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada monokotil akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut. Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela. Akar berfungsi menyerap air dan unsur-unsur hara, menopang tegak tubuh tumbuhan, dan menyimpan cadangan makanan (Mulyati,2006).
2.2.1 Anatomi Akar
Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele
a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar (Mulyati,2006).
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar (Mulyati,2006).
b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim (Mulyati,2006).
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim (Mulyati,2006).
c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap (Mulyati,2006).
d.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan
persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada
dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan cambium.
-Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim (Mulyati,2006).
2.3 BATANG
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya (Mulyani,2006).
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya (Mulyani,2006).
2.3.1 Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus (Kusdianti,2009).
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim (Kusdianti,2009).
c.Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae (Kusdianti,2009).
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun (Kusdianti,2009).
2.4 Daun
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan (Tjitrosoepomo,2009).
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang (Tjitrosoepomo,2009).
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun (Tjitrosoepomo,2009).
2.5 Monokotil
Tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae (Tjirosoepomo,2009).
2.6 Dikotil
Tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon:daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua dan sistem Crouquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliopsida dengan akhiran -opsida . Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau “tumbuhan dikotil”). Contoh tumbuhan dikotil antara lain : kacang merah, mangga, rmabutan, belimbing dan lain-lain (Kusdianti,2009).
BAB III
METEDOLOGI KERJA
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Morfologi Tumbuhan dilaksanakan pada, Kamis 12 Oktober 2011 pada pukul 07.30-09.30 WITA. Bertempat di Gedung C Lantai Dasar Laboratorium Keanekaragaman Hayati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman.
3.2 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
1. Pensil
2. Buku
3.1.2 Bahan
1. Jagung ( Zea mays)
2. Padi (Oryza sativa)
3. Anggrek (Orchid sp.)
4. Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima)
5. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
6. Bunga Waru (Hibiscus tiliaceus)
3.3 Cara Kerja
1. Pengamatan tanaman monokotil
a. Diamati bentuk akar dan batang tanaman monokotil
b. Diperhatikan daunnya secara teliti, bagaimana tangkainya, ketaknya pada batang, pertulangan daunnya, tepi daun dan teksturnya.
c. Diamati bunga jagung dan padi. Bagaimana macamnya, jumlah sepal dan petalnya, serta benang sari dan putiknya.
d. Digambarkan tanaman tersebut dan tunjukkan bagian-bagiannya dengan lengkap !
2. Pengamatan tanaman dikotil
a. Untuk mengamati batang, diperhatikan bentuk dan tekstur batang tanaman dikotil.
b. Diperhatikan daunnya secara teliti. Bagaimana tangkainya, letak daunnya, bentuknya, pertulangan daunnya, tepi daun serta teksturnya.
c. Diamati bunganya. Bagaimana macamnya, jumlah sepal dan petalnya, serta benang sari dan putiknya.
4.2 Membahas setiap parameter yang diamati
“Tabel Perbedaan Morfologi Tumbuhan”
| No. | Objek | Padi | Jagung | Anggrek | Kembang sepatu | Kembang waru | Kembang merak |
| 1. | Daun | Tunggal | Tunggal | Tunggal | Tunggal | Tunggal | Majemuk |
| 2. | Tipe perhilangan daun | Lurus | Lurus | Lurus | Menyirip | Menyirp | menyirip |
| 3. | Tipe akar | Serabut | Serabut | Serabut | Tunggang | Tunggang | Tunggang |
| 4. | Tipe bunga | Ujung batang | Ketiak daun | Ujung batang | Ujung batang dan ketiak daun | Ujung batang | Ujung batang |
| 5. | Tipe batang | Bulat | Bulat | Bulat | Bulat | Bulat | Bulat |
| 6. | Tipe reproduksi | Biseksual | biseksual | Biseksual | Biseksual | Biseksual | Biseksual |
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Masing-masing tumbuhan memiliki akar yang berbeda-beda, jika pada tanaman monokotil akar yang dimiliki adalah akar serabut sedangkan pada tanaman dikotik akar yang dimilikinya adalah akar tunggang
2. Morfologi tumbuhan pada masing-masing tanaman yang digunakan dalam praktikum kali ini berbeda-beda perbedaan tersebut dapat kita lihat di dalam table yang ada di bab IV.
3. Dalam morfologi tumbuhan kita dapat mempelajari struktur yang dimiliki oleh tiap-tiap tumbuhan monokotil dan dikotil, walaupun suatu tanaman tersebut sama yaitu termausk dalam tumbuhan monokotil tetapi struktur yang dimilikinya berbeda begitu pula pada tumbuhan dikotil.
5.2 Saran
Dalam melakukan praktikum sebaiknya kita selalu menjaga kebersihan selurus alat yang digunakan dan kebersihan ruangan itu sendiri. Praktikan harus selalu menkondusifkan keadaan agar untuk dapat meningkatkan ketelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, G. 2009. Morfologi Tumbuhan. University Press. Jogjakarta.
Langganan:
Komentar (Atom)





